Rabu, 05 Oktober 2011

Solar Storm Maximum



Somehow, piece by piece we will be able to reveal 2012 puzzle (At World End, 2012)
Wether it leads to extermination or glorius ascencion, the point is finally we know the grand picture. The truth - the absolute truth...

Satu persatu kepingan puzzle tentang tahun 2012 terverifikasi secara resmi. Sebuah artikel dari KOMPAS mengulas tentang tahun 2012 dari satu perspektif yaitu Solar Proxima - periode anomali matahari paling extreme di titik balik musim dingin tahun 2012. Matahari, yang kita tahu sebagai bintang di sistem tata surya, mempunyai periode anomali tertentu untuk proses fusi nuklirnya. Dan akan mencapai puncak pada tahun 2012, dimana panas yang akan diterima bumi bisa mencapai 30 % dari kondisi normal akibat badai proton.

Dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik.

sumber :Isu Kiamat Tahun 2012 yang Meresahkan (Kompas, 26 November 2008)

Unik jika melihat bahwa anomali-anomali yang muncul bersamaan di tahun 2012 berasal dari disiplin ilmu yang berbeda-beda. Dengan verifikasi masing-masing, secara independen dan tidak ada hubungannya dengan ramalan kiamat 2012. Justru ramalan ini diperkuat oleh perspektif-perspektif unik yang secara independep muncul ke permukaan. Baca juga tentang ramalan kiamat 2012, perubahan kutub magnet, letusan supervulcano, global warming yang semuanya mengerucut ke anomali-anomali aneh di tahun 2012.

Dan bayangkan sebuah sistem bumi yang ditunjang oleh beberapa sub system (tata surya, ekosistem, geology, medan magnet bumi, perkembangan teknologi dan lain-lain). Satu kerusakan pada sub system saja dapat mengakibatkan kehancuran total. Dan kita memahami beberapa sub sytem diperkirakan akan mengalami anomali. Satu saja kepakan kupu-kupu (Butterfly Effect) di saat yang tepat akan memicu tombol chaos (sistem mengalami disorientasi penuh ketidakberaturan).

Artikel ini melengkapi verifikasi dari bidang keilmuan masing-masing mengenai anomali-anomali di sekitar tahun 2012 - atau yang ditakutkan dalam bahasa jawanya sebagai End of Days.

Related post : Kiamat 2012, Global Warming, Perubahan kutub magnet, Matahari terbit di barat, lubang hitam mikroskopis, supervulcano Toba
Google keyword : Solar storm 2012, badai matahari 2012 Kompas
Valid reference :
NASA - Solar Storm Warning
National Geographic - Stronger Solar Storm Predicted, Black Out may Result
Kompas - Isu kiamat yang meresahkan
Recommended Buys :
Sun block SPF 10000000 ;-p

Should we fear or panic ?
If only we could balance our fear with optimistic thought
It's said in Mayan that 2012 is our new cycle of life - could be mean an ascencion not dooms
That human finally achieve the ultimate understanding of life and universe
But unfortunately they don't explain how our physical form
Is it understanding in form of human, or others
Sumber: http://imamnic.blogspot.com

Rabu, 28 September 2011

10 Gejala Pemanasan Global

10 GEJALA PEMANSAN GLOBAL



Ada yang bilang pemanasan global itu hanya khayalan para pecinta lingkungan. Ada yang bilang itu sudah takdir. Ilmuwan juga masih pro dan kontra soal itu. Yang pasti, fenomena alam itu bisa dirasakan dalam 10 kejadian berikut ini. Dan yang pasti ini bukan imajinasi belaka, sebab kita sudah mengalaminya.
  • Kebakaran hutan besar-besaran
Bukan hanya di Indonesia, sejumlah hutan di Amerika Serikat juga ikut terbakar ludes. Dalam beberapa dekade ini, kebakaran hutan meluluhlantakan lebih banyak area dalam tempo yang lebih lama juga. Ilmuwan mengaitkan kebakaran yang merajalela ini dengan temperatur yang kian panas dan salju yang meleleh lebih cepat. Musim semi datang lebih awal sehingga salju meleleh lebih awal juga. Area hutan lebih kering dari biasanya dan lebih mudah terbakar.
  • Situs purbakala cepat rusak
Akibat alam yang tak bersahabat, sejumlah kuil, situs bersejarah, candi dan artefak lain lebih cepat rusak dibandingkan beberapa waktu silam. banjir, suhu yang ekstrim dan pasang laut menyebabkan itu semua. Situs bersejarah berusia 600 tahun di Thailand, Sukhotai, sudah rusak akibat banjir besar belum lama ini.
  • Ketinggian gunung berkurang
Tanpa disadari banyak orang, pegunungan Alpen mengalami penyusutan ketinggian. Ini diakibatkan melelehnya es di puncaknya. Selama ratusan tahun, bobot lapisan es telah mendorong permukaan bumi akibat tekanannya. Saat lapisan es meleleh, bobot ini terangkat dan permukaan perlahan terangkat kembali.
  • Satelit bergerak lebih cepat
Emisi karbon dioksida membuat planet lebih cepat panas, bahkan berimbas ke ruang angkasa. Udara di bagian terluat atmosfer sangat tipis, tapi dengan jumah karbondioksida yang bertambah, maka molekul di atmosfer bagian atas menyatu lebih lambat dan cenderung memancarkan energi, dan mendinginkan udara sekitarnya. Makin banyak karbondioksida di atas sana, maka atmosfer menciptakan lebih banyak dorongan, dan satelit bergerak lebih cepat.
  • Hanya yang Terkuat yang Bertahan
Akibat musim yang kian tak menentu, maka hanya mahluk hidup yang kuatlah yang bisa bertahan hidup. Misalnya, tanaman berbunga lebih cepat tahun ini, maka migrasi sejumlah hewan lebih cepat terjadi. Mereka yang bergerak lambat akan kehilangan makanan, sementar mereka yang lebih tangkas, bisa bertahan hidup. Hal serupa berlaku bagi semua mahluk hidup termasuk manusia.
  • Pelelehan Besar-besaran
Bukan hanya temperatur planet yang memicu pelelehan gununges, tapi juga semua lapisan tanah yang selama ini membeku. Pelelehan ini memicu dasar tanah mengkerut tak menentu sehingga menimbulkan lubang-lubang dan merusak struktur seperti jalur kereta api, jalan raya, dan rumah-rumah. Imbas dari ketidakstabilan ini pada dataran tinggi seperti pegunungan bahkan bisa menyebabkan keruntuhan batuan.
  • Keganjilan di Daerah Kutub
Hilangnya 125 danau di Kutub Utara beberapa dekade silam memunculkan ide bahwa pemanasan global terjadi lebih “heboh” di daerah kutub. Riset di sekitar sumber airyang hilang tersebut memperlihatkan kemungkinan mencairnya bagian beku dasar bumi.
  • Mekarnya Tumbuhan di Kutub Utara
Saat pelelehan Kutub Utara memicu problem pada tanaman danhewan di dataran yang lebih rendah, tercipta pula situasi yang sama dengan saatmatahari terbenam pada biota Kutub Utara. Tanaman di situ yang dulu terperangkap dalam es kini tidak lagi dan mulai tumbuh. Ilmuwan menemukan terjadinya peningkatan pembentukan fotosintesis di sejumlah tanah sekitar dibanding dengan tanah di era purba.
  • Habitat Makhluk Hidup Pindah ke Dataran Lebih Tinggi
Sejak awal dekade 1900-an, manusia harus mendaki lebihtinggi demi menemukan tupai, berang-berang atau tikus hutan. Ilmuwan menemukan bahwa hewan-hewan ini telah pindah ke dataran lebih tinggi akibat pemanasan global. Perpindahan habitat ini mengancam habitat beruang kutub juga, sebab es tempat dimana mereka tinggal juga mencair.
  • Peningkatan Kasus Alergi
Sering mengalami serangan bersin-bersin dan gatal di matasaat musim semi, maka salahkanlah pemanasan global. Beberapa dekade terakhir kasus alergi dan asma di kalangan orang Amerika alami peningkatan. Pola hidupdan polusi dianggap pemicunya. Studi para ilmuwan memperlihatkan bahwa tingginya level karbondioksida dan temperatur belakangan inilah pemicunya. Kondisi tersebut juga membuat tanaman mekar lebih awal dan memproduksi lebih banyak serbuk sari.
Sumber :


 http://aa-pemanasanglobal.blogspot.com/2009/05/10-gejala-pemansan-global.html

Senin, 19 September 2011

Anugerah Ozon 2011

Penerima Anugerah Ozon 2011 adalah sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi dalam upaya perlindungan lapisan ozon. Anugerah Ozon 2011 yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia merupakan ajang penghargaan yang pertama kali dilakukan. Penerima Anugerah Ozon Tahun 2011 sejumlah delapan pihak.
Anugerah Ozon merupakan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup kepada pihak-pihak yang berperan aktif memberikan kontribusi dalam upaya perlindungan lapisan ozon. Pemberian Anugerah Ozon merupakan rangkaian peringatan Hari Ozon Internasional di Indonesia.
Penerima Anugerah Ozon didasarkan pada kriteria sebagai berikut:
  • Perorangan, Industri atau Lembaga Riset yang berhasil mengembangkan inovasi teknologi dalam mengurangi emisi Bahan Pencemar Ozon;
  • Industri yang berhasil dalam penggunaan alternatif pengganti BPO yang dapat mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan secara mandiri;
  • Peneliti atau Akademisi yang aktif melakukan penelitian tentang Perlindungan Lapisan Ozon;
  • Pemerintah Daerah yang berhasil mengembangkan kebijakan dan progam Perlindungan Lapisan Ozon;
  • Perorangan atau Organisasi yang berhasil dalam meningkatkan kepedulian masyarakat dalam perlindungan lapisan ozon, misalnya pengurangan penggunaan BPO, pengurangan dampak buruk radiasi UV dan lain-lain.
Penerima Anugerah Ozon 2011. Anugerah Ozon 2011 diberikan langsung kepada 8 penerima oleh Menteri Lingkungan Hidup, Gusti Muhammad Hatta pada tanggal 16 September 2011 silam bertempat di Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Taman Mini Indonesia Indah.
Delapan penerima Anugerah Ozon 2011 ini terdiri atas satu orang pribadi, satu orang peneliti, satu lembaga atau organisasi, dua perusahaan swasta, dan tiga pemerintah daerah. Adapun 8 penerima Anugerah Ozon 2011 itu adalah:
  • Agus Maulana (kategori perorangan)
  • Prof. Dr. Ir. Aryadi Suwono, Peneliti Institut Teknologi Bandung (kategori peneliti)
  • Pusat Karantina Tumbuhan, Kementerian Pertanian (kategori lembaga atau organisasi)
  • PT Holcim (kategori perusahaan swasta)
  • PT Hartindo (kategori perusahaan swasta)
  • Pemda Provinsi Yogyakarta (kategori pemerintah daerah)
  • Pemda Provinsi Banten (kategori pemerintah daerah)
  • Pemda Provinsi DKI Jakarta (kategori pemerintah daerah)
Sayangnya saya tidak mendapatkan data tentang pertimbangan yang mendasari penetapan para penerima Anugerah Ozon 2011 tersebut. Saya telah mengirimkan email kepada Asisten Deputi Urusan Mitigasi dan Pelestarian Fungsi Atmosfer, Kementerian Lingkungan Hidup, namun belum mendapatkan balasan.
Yang sedikit saya ketahui profilnya adalah salah satu penerima Anugerah Ozon 2011. Ialah Prof. Dr. Ir. Aryadi Suwono yang sejak 1983 memimpin beberapa mahasiswa dan dosen ITB melakukan penelitian bahan pendingin (refrigeran) campuran untuk menggantikan bahan freon yang selama ini digunakan untuk AC. Hasilnya pada 1996 mereka berhasil menemukan bahan pendingin untuk air conditioner yang ramah lingkungan berbasis hidrokarbon yang kemudian dipasarkan dengan merek Hycool. Hycool mampu menghemat pemakaian listrik antara 12-24 persen, ramah lingkungan karena tidak merusak ozon dan tidak mengakibatkan pemanasan global, serta bisa memperpanjang usia kompresor AC.
Yang pasti Anugerah Ozon 2011 yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup patut kita apresiasi. Semoga dengan pemberian penghargaan ini akan memacu berbagai pihak berkontribusi dalam upaya perlindungan lapisan ozon.

Hewan Endemik Indonesia

Fauna atau binatang endemik adalah gejala yang dialami oleh organisme (fauna) untuk menjadi unik pada satu lokasi geografi tertentu, seperti pulau, lungkang (niche), negara, atau zona ekologi tertentu. Untuk dapat dikatakan endemik suatu satwa harus ditemukan hanya di suatu tempat dan tidak ditemukan di tempat lain.
Indonesia merupakan negara dengan tingkat endemik (endemisme) yang tinggi. Diperkirakan Indonesia mempunyai lebih 165 jenis mamalia endemik, 397 jenis burung yang endemik Indonesia, lebih dari 150 reptilia, dan lebih dari 100 spesies ampibi yang tercatat endemik di Indonesia.
Burung celepuk siau salah satu satwa endemik Indonesia (gbr: www.birdlife.org)
Beberapa fauna (binatang) endemik yang terdapat di Indonesia antara lain:
  1. Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) di Sulawesi
  2. Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) endemik Sulawesi
  3. Babirusa (Babyrousa babyrussa) di Sulawesi
  4. Badak bercula satu atau badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di Jawa
  5. Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) endemik di Sumatera
  6. Bajing palawan (Sundasciurus juvencus) Bali dan Sumatera
  7. Bajing tanah (Lariscus hosei) endemik pulau Kalimantan
  8. Bajing telinga botol (Callosciurrus adamsi) endemik Kalimantan
  9. Banteng (Bos javanicus) di Jawa
  10. Bekantan atau Kera hidung panjang (Nasalis larvatus) endemik Kalimantan
  11. Beruk mentawai (Macaca pagensis) endemik Kepulauan Mentawai
  12. Burung Anis sulawesi (Cataponera turdoides) di Sulawesi
  13. Burung beo nias (Gracula religiosa robusta) endemik pulau Nias
  14. Burung elang flores (Spizaetus floris) endemik Flores
  15. Burung elang jawa (Spizaetus bartelsi) di Jawa
  16. Burung cenderawasih (Paradisea sp.) di Papua
  17. Burung Celepuk siau (Otus siaoensis) pulau Siau, Sulawesi Utara
  18. Burung Cerek Jawa (Charadrius javanicus) di Jawa
  19. Burung maleo (Macrocephalon maleo) di Sulawesi
  20. Burung rangkong (Buceros rhinoceros) di Kalimantan
  21. Burung Sempidan Kalimantan (Lophura bulweri) di Kalimantan
  22. Burung Trulek Jawa (Vanellus macropterus) pulau Jawa
  23. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Sumatera
  24. Hiu karpet berbintik (Hemiscyllium freycineti) endemik Papua
  25. Ikan arwana emas (Scleropages formosus) endemik pulau Sumatera
  26. Jalak bali (Leucopsar rothschild) di Bali
  27. Kadal coklat Kalimantan (Lanthanotus borneensis) di Kalimantan
  28. Kambing Hutan Sumatera (Capricornis sumatraensis sumatraensis) di Sumatera
  29. Kancil Jawa (Tragulus javanicus) endemik Jawa
  30. Kanguru Pohon Mantel Emas (Dendrolagus pulcherrimus) di Papua
  31. Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus) di Papua
  32. Kasuari Kerdil (Casuarius bennetti) endemik Papua
  33. Katak tanpa paru-paru (Barbourula kalimantanensis) Kalimantan
  34. Kelelawar berjenggot coklat dan ekor selubung (Taphozous achates) di Nusa Penida
  35. Kelinci belang sumatera (Nesolagus netscheri) endemik Sumatera
  36. Kera belanda (Nasalis larvatus) di Kalimantan
  37. Kera hitam sulawesi (Macaca nigra) endemik Sulawesi Utara
  38. Kodok Darah (Leptophryne cruentata) endemik Jawa Barat
  39. Kodok Pohon Ungaran (Philautus jacobsoni) endemik Jawa Tengah
  40. Komodo (Varanus komodoensis) di Nusa Tenggara Timur (P. Komodo)
  41. Kucing bakau (Prionailurus bengalensis javanensis) di Jawa
  42. Kucing merah (Felis badia) endemik pulau Kalimantan
  43. Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) pulau Jawa
  44. Kura-kura berleher ular (Chelodina mccordi) di Pulau Rote NTT
  45. Kus-kus Sulawesi (Strigocuscus celebensis) endemik pulau Sulawesi
  46. Landak jawa (Hystrix javanica) endemik Jawa
  47. Landak sumatera (Hystrix sumatrae) endemik Sumatera
  48. Landak kalimatan (Thecurus crassispinis) endemik Kalimantan
  49. Lutung dahi putih (Presbytis frontata) endemik Kalimantan
  50. Lutung jawa (Trachypithecus auratus) endemik Jawa
  51. Lutung merah (Presbytis rubicunda) satwa endenik Kalimantan
  52. Macan Dahan (Neofelis diardi) endemik Sumatera dan Kalimantan
  53. Macan tutul jawa (Panthera pardus) di Jawa
  54. Monyet ekor babi (Simias concolor) kepulauan Mentawai
  55. Musang Sulawesi (Macrogalidia musschenbroeckii)
  56. Orangutan sumatera (Pongo abelli) di Sumatera
  57. Orang utan kalimantan (Pongo pygmaeus) di Kalimantan
  58. Owa jawa (Hylobates moloch) fauna endemik Jawa
  59. Owa-owa (Hyllobates muelleri) di Kalimantan
  60. Penyu lekang (Lepidochelys olivacea) di Jawa
  61. Rusa bawean (Axis kuhlii) endemik pulau Bawean
  62. Rusa timor (Cervus timorensis) endemik Bali, Irian Jaya
  63. Siamang (Hylobates syndactylus) di Sumatera
  64. surili (Presbytis comata) di Jawa
  65. Tarsius (Tarsius bancanus) di Sulawesi Utara
  66. Tupai mentawai (Tupaia chrysogaster) Kepulauan Mentawai.
Untuk mengetahui detail ciri fisik, perilaku, persebaran, jumlah populasi, habitat, klasifikasi ilmiah dan status konservasi serta gambar dan foto dari masing-masing satwa endemik di atas bisa mengklik link tautan yang tersedia.
Semoga endemisme (tingkat endemik) satwa yang tinggi yang dipunyai Indonesia mampu kita lestarikan sebagai warisan buat anak cucu kita.
Referensi:
  • id.wikipedia.org/wiki/Endemisme;
  • www.iucnredlist.org
  • artikel-artikel terdahulu alamendah.wordpress.com

Hewan di Indonesia yang Hampir Punah

1. Hiu karpet berbintik (Hemiscyllium freycineti)



Berpola kulit yang indah, hiu ini memiliki kemiripan yang luar biasa dengan kulit macan tutul. Heksagonal cokelat bintik, dengan pusat-pusat pucat, penuh di seluruh tubuh bagia atas. Kecil bintik-bintik gelap menutupi moncong, dan besar, gelap yang terletak tepat di belakang sirip dada. Kedua sirip punggung dan sirip anus ditempatkan di belakang tubuh,pada ekor teb


habitatnya pada air dangkal di terumbu karang, pasir dan rumput laut yh lebat, berada didaerah papua
2. Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)



panjangnya bisa mencapai 2-4 meter, tingginya 170cm dan beratnya mencapai 900 – 2,300 kg.


Statusnya sangat terancam, WWF melidungi hewan ini,badak Jawa adalah salah satu mamalia besar paling langka di dunia . Nama rhinoceros berasal dari bahasa Yunani untuk 'nose horn', dan badak Jawa memiliki satu tanduk di moncongnya itu, seperti tanduk badak, tidak memiliki inti yang kurus tapi terdiri dari serat keratin. Dewasa dalam warna abu-abu, dan memiliki penampilan yg berlapis baja disebabkan oleh lipatan dalam kulit berbulu. Kita dapat menemui hewan ini di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten
3. Babirusa Sulawesi (Babyrousa celebensis)



Tergolong kedalam hewan yang rentan kepunahannya redaftar didalam data hewen yg hampir punah didunia.


Babirusa Sulawesi jelas diketahui menghuni semenanjung utara dan utara-bagian timur Sulawesi, dan jangkauan dapat juga meliputi pusat, timur dan selatan-timur Sulawesi, meskipun studi lanjut pada penggolongan / taksonomi hewan ini diperlukan sebelum hal ini dapat dikonfirmasi. Beratnya mencapai 600kg, Hidup di hutan hujan dan beriklim tropis.
4. Maleo (Macrocephalon maleo)


Ukurannya 55-60 cm


termasuk ke dalam hewan yang terancam populasinya,


Habitatnya di sulawesi dan pulau buton. Tinggal di dataran rendah dan pantai


Burung mencolok ini memiliki khas kurus, gelap pada mahkota pelindung kepala, wajah berwarna kekuningan. Paha yang hitam, dan perut putih, dengan warna merah muda pada dorsal(dada). Burung langka ini biasanya diam, tetapi, terutama di sekitar sarang sangat menjaga, dapat memancarkan suara sangat luar biasa. Ini termasuk ringkikan keras dan, ketika dalam perebutan, seperti bebek ber-kwek
5. Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis)


panjang ekor: 40 cm, Kepala+ panjang badan: 180 cm, jantan tinggi: 27-37 cm, betina height: 18-26 cm.


Spesies ini endemik untuk pulau Sulawesi Indonesia, di mana jangkauan membentang sekitar 5.000 km², Sesuai dengan namanya jenis ini mendiami hutan dataran rendah. Hal ini juga terjadi di daerah berawa dan di masa lalu tercatat dari daerah pesisir
6. Kelelawar berjenggot coklat dan ekor selubung (Taphozous achates)


kelelawar ini mesih memiliki data yang kurang, tapi habitanya adalah Indonesia
7. Kus-kus Sulawesi (Strigocuscus celebensis)


pajang badan dan ekornya hampir sma loh gan Kepala-badan panjang: 294-380 mm, panjang ekor : 270-373 mm. Kuskus Sulawesi kecil adalah mungil, possum-seperti marsupial, dengan lembut, pucat dan bulunya agak jarang. Endemik dari Indonesia, kuskus ini hanya ada di Sulawesi dan pulau-pulau dekat Sangihe, Siau dan Muna
8. Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi)


Panjang kepala-badan: 150 cm, ekor: 24 cm, tinggi bahu: 70 cm, Tanduk: 15 - 20 cm


Anoa gunung adalah hewan yg terancam punah, hewan ini adalah subfamili sapi liar, namun karena ukurannya yang kecil, itu lebih mirip dengan rusa.


Anoa gunung hewan endemik Indonesia, ada hanya di provinsi Sulawesi dan pulau dekat Buton


Sangat sedikit yang diketahui tentang preferensi habitat anoa gunung, karena itu adalah pemalu dan sedikit yg mempelajarinya. Hewan ini diketahui hidup di ketinggian antara 500 dan 2000 meter, namun laporan-laporan berbeda pada habitat lain. Ada yang mengatakan bahwa anoa pegunungan mendiami wilayah hutan lebat yang vegetationally beragam, sedangkan laporan lainnya yang suka area hutan yang relatif terbuka dengan kepadatan tanaman adapun yg mengatakan padadi sekitar daerah terbuka dan sumber-sumber air
9. Jalak bali (Leucopsar rothschildi)



Panjang: 25 cm, Berat 85-90 gr


Populasinya sangat terancam,jalak Bali merupakan salah satu burung paling langka di dunia dan relatif baru bagi ilmu pengetahuan menjadi yang pertama dijelaskan pada 1912 oleh Walter Rothschild. pada jalak bali dewasa memiliki sayap putih dengan strip hitam, ekor tipis dan biru di sekitar mata. Hewan endemik bagi pulau Bali di Indonesia dan sebelumnya ditemukan di sepanjang barat laut dari pulau ketiga.Mendiami hutan monsun dan akasia sabana.

Sumber: Blog Dalimunthe

Hewan-hewan yang terancam punah

1. Badak Sumatra
Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) adalah badak berukuran paling kecil di antara semua spesies badak di dunia. Badak kebanggaan Indonesia yang hidup di pulau Sumatera ini dinyatakan terancam punah karena saat ini hanya tersisa sekitar enam populasi di alam liar atau tinggal 300 ekor saja. Faktor utama berkurangnya jumlah badak ini adalah perburuan liar. Di pasar gelap, cula badak ini dihargai 30.000 dolar AS atau setara dengan Rp 300 juta per kilogram. Selain itu, tingkat keberhasilan pengembangbiakan badak yang sangat kecil turut menuntun hewan ini menuju kepunahan.

2. Paus Abu-Abu

Lembaga International Union for Conservation of Nature (IUCN) menyatakan pada 2008 bahwa jumlah paus abu-abu (Esrichtiius robustus) berada dalam level aman. Namun, itu hanyalah paus abu-abu yang hidup di sejumlah tempat konservasi, bukan di alam liar. Sejak tahun 1947 pada masa-masa perburuan paus abu-abu, jumlah hewan berbobot 30 ton itu terus berkurang dan belum kembali normal hingga sekarang. Dari 100 paus abu-abu, kini hanya tersisa 23 betina yang masih mampu bereproduksi di wilayah perairan Pasifik Selatan.

3. Serigala Merah
Anda pernah menonton film animasi Ice Age? Film ini menceritakan kehidupan unik sejumlah satwa pada zaman es, zaman dimana hampir seluruh permukaan bumi ditutupi es. Nah, percaya atau tidak, hewan bernama serigala merah (Canis lupus rufus) ini adalah salah satu hewan "Ice Age" yang masih hidup hingga kini. Para ilmuwan mengestimasi hanya ada 100 serigala merah di alam liar Carolina Utara, Amerika Serikat, dan sekitar 150 ekor di beberapa fasilitas penangkaran.

4. Harimau Siberia
Harimau Siberia atau disebut juga harimau amur (Panthera tigris altaica) adalah spesies harimau yang pernah tinggal di wilayah Cina, Semenanjung Korea, dan Mongolia. Namun, kini hewan tersebut hanya bisa bebas berkeliaran di Rusia, di wilayah perlindungan kawasan Amur-Ussuri. Sejumlah ahli meyakini masih terdapat 350 hingga 450 hewan ini di alam liar.

5. Musang Berkaki Hitam
Akibat ulah manusia yang terus membabat alam liar tanpa henti, musang berkaki hitam (Mustela nigripes) hampir punah dari muka bumi. Hewan asli Amerika Utara ini kini dinyatakan sebagai mamalia paling terancam punah di kontinen AS. Hewan malam hari atau nokturnal ini memburu hewan pengerat, prairie dog sebagai makanan utama. Seiring menurunnya jumlah populasi hewan buruannya, jumlah musang berkaki hitam ini juga ikut berkurang.

6. Buaya Filipina
Sesuai namanya, buaya Filipina (Crocodylus mindorensis) adalah spesies buaya yang dilindungi di Filipina. Berdasarkan survei pada 1995, buaya bertubuh relatif kecil ini hanya tersisa 100 ekor di Filipina. Hal ini menjadikan buaya tersebut sebagai satu dari spesies hewan paling terancam di dunia.

7. Gorila Gunung
Sejak gorila gunung (Gorilla beringei beringei) ditemukan akhir 1902, jumlah populasi hewan ini terus berkurang akibat pembalakan liar, perburuan massal, dan perdagangan hewan ilegal. Saat ini, jumlah primata yang mampu hidup di daerah dingin maupun panas ini hanya ada 720 ekor yang tersebar di wilayah Uganda.

8. Hiu Gangga
Hiu penghuni Sungai Gangga di India bernama hiu gangga (Glyphis gangeticus) ini merupakan satu dari 20 daftar hiu terancam punah versi IUCN. Hiu yang memiliki reputasi sebagai pemakan manusia ini banyak diburu untuk diambil minyaknya. Selain itu, semakin tercemarnya Sungai Gangga menjadi faktor lain yang menyebabkan spesies ini kian sulit ditemukan.

9. Orangutan Sumatra
Satu lagi hewan terancam punah dari Tanah Air, Orangutan Sumatra (Pongo abelii). Primata langka bertubuh lebih kecil dari dua spesies orangutan yang lain ini adalah pemakan buah-buahan dan serangga. Seperti biasa, penyebab berkurangnya jumlah mereka adalah habitat yang hancur dan perburuan liar. Orangutan ini termasuk salah satu hewan yang memiliki kemampuan reproduksi rendah. Pongo abelli betina hanya mampu melahirkan tiga anak selama masa hidupnya.

10. Burung Kondor California
Burung kondor California (Gymnogyps californianus) adalah burung pemakan bangkai asal California, AS, yang mempunyai masa hidup paling panjang dibanding burung lain, yaitu sekitar 50 tahun. Gara-gara perburuan liar dan berkurangnya habitat, burung langka ini hampir punah secara keseluruhan pada 1980. Namun berkat upaya konservasi dari berbagai ahli hewan, burung ini selamat. Kini, terdapat 332 Burung Kondor California di beberapa penangkaran, termasuk 152 ekor di alam liar.

Sumber: http://tekno.liputan6.com/read/240286/s..
 
Taman Nasional Wasur merupakan perwakilan dari lahan basah yang paling luas di Papua/Irian Jaya dan sedikit mengalami gangguan oleh aktivitas manusia.
Sekitar 70 persen dari luas kawasan taman nasional berupa vegetasi savana, sedang lainnya berupa vegetasi hutan rawa, hutan musim, hutan pantai, hutan bambu, padang rumput dan hutan rawa sagu yang cukup luas. Jenis tumbuhan yang mendominasi hutan di kawasan taman nasional ini antara lain api-api (Avicennia sp.), tancang (Bruguiera sp.), ketapang (Terminalia sp.), dan kayu putih (Melaleuca sp.).
Jenis satwa yang umum dijumpai antara lain kanguru pohon (Dendrolagus spadix), kesturi raja (Psittrichus fulgidus), kasuari gelambir (Casuarius casuarius sclateri), dara mahkota/mambruk (Goura cristata), cendrawasih kuning besar (Paradisea apoda novaeguineae), cendrawasih raja (Cicinnurus regius rex), cendrawasih merah (Paradisea rubra), buaya air tawar (Crocodylus novaeguineae), dan buaya air asin (C. porosus).
Keanekaragaman hayati bernilai tinggi dan mengagumkan di Taman Nasional Wasur, menyebabkan kawasan ini lebih dikenal sebagai “Serengiti Papua”.


 
Lahan basah di taman nasional ini merupakan ekosistem yang paling produktif dalam menyediakan bahan pakan dan perlindungan bagi kehidupan berbagai jenis ikan, udang dan kepiting yang mempunyai nilai ekonomis tinggi.
Berbagai jenis satwa seperti burung migran, walabi dan kasuari sering datang dan menghuni Danau Rawa Biru. Oleh karena itu, Danau Rawa Biru disebut “Tanah Air” karena ramainya berbagai kehidupan satwa. Lokasi ini sangat cocok untuk mengamati atraksi satwa yang menarik dan menakjubkan.
 
Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Danau Rawa Biru, Ukra, Maar, Kakania, Dikbob, Rawa Panjang, Pilmul. Pengamatan satwa, danau, menyelusuri sungai, berkuda dan wisata budaya.
Yanggandur, Soa, Ukra, Onggaya. Savana, pengamatan satwa, menyelusuri sungai, memancing, dan wisata budaya.
Musim kunjungan terbaik: bulan Juli s/d Nopember setiap tahunnya.
Cara pencapaian lokasi: Dari Jayapura ke Merauke (Plane) dengan waktu 1,5 jam, kemudian dari Merauke ke lokasi menggunakan kendaraan roda empat dalam waktu satu sampai dua jam melalui jalan trans Irian (Jayapura-Merauke).

 
 
Sumber: http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_wasur.htm